Makanan Ekstrim di Indonesia yang Membuat Geli

1 min read

Kuliner dan Makanan Ekstrim di Indonesia yang Membuat Geli

Makanan identik dengan suatu hidangan yang dapat menggugah selera untuk mencicipinya. Namun beberapa kuliner di bawah ini tergolong ekstrim karena memang tidak umum dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Makanan ekstrim tersebut menjadi konsumsi masyarakat suku-suku tertentu dan menjadi makanan lezat bagi mereka. Yuk, intip apa saja 7 makanan ekstrim di indonesia.

7 Makanan Ekstrim di Indonesia

Tikus Panggang

Tikus biasanya merupakan hama yang dibenci oleh para petani yang memiliki sawah karena kerap memakan padi. Namun apa jadinya jika tikus dijadikan konsumsi berupa tikus panggang? Tikus panggang ini memang dikonsumsi sebagai kuliner terutama oleh masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara.

Tikus yang dipanggang merupakan tikus yang sudah bebas kontaminasi, yakni tikus yang diambil dari hutan langsung. Untuk mendapatkan kuliner ini dengan mudah Anda bisa mengunjungi pasar Tomohon. Selain tikus panggang, tikus juga diolah menjadi rica-rica, tongseng, dan juga soup.

Kelelawar Cabai Ijo

Makanan aneh selanjutnya merupakan olahan dari kelelawar, yakni kelelawar cabai ijo. Banyak orang yang mengonsumsi kelelawar cabai ijo ini percaya bahwa makanan tersebut dapat meningkatkan stamina. Dari bumbu ijo yang ditawarkan memang menggugah selera, namun setelah mengetahui bahan dasarnya apakah Anda masih tergoda?

Tumis Ulat Sagu

Ulat sagu memang identik dengan masyarakat Papua. Papua memang terkenal dengan sagu sebagai makanan pokok masyarakatnya. Termasuk ulat sagu yang banyak dijadikan olahan untuk dikonsumsi, salah satunya dengan cara ditumis. Selain ditumis, terdapat olahan ulat sagu lain seperti ulat sagu bakar, ulat sagu rempah-rempah, dan yang lainnya.

Pohon sagu yang telah membusuk biasanya akan dijadikan tempat berkembang biak ulat sagu. Untuk memanen ulat-ulat sagu ini diperlukan waktu satu bulan agar ukuran saat dipanen lebih besar.

Sate Ular

Mengonsumsi ular dipercaya dapat meningkatkan stamina bagi para pria. Tak heran jika masih banyak orang yang tertarik untuk mengonsumsi ular, khususnya ular kobra. Berbagai olahan ular kobra pun banyak bermunculan seiring meningkatnya jumlah peminat daging ular ini, salah satunya sate ular.

Layaknya sate ayam maupun sate daging pada umumnya, sate ular juga dilengkapi dengan bumbu kacang maupun bumbu kecap yang di dalamnya terdapat bawang merah dan cabai. Namun pikir kembali untuk mengonsumsi kuliner aneh ini karena daging ular bertesktur keras dan membutuhkan kunyahan yang keras untuk melunakkannya.

Sate Ulat Bulu

Selain ulat sagu yang dianggap aneh oleh banyak masyarakat di Indonesia, ternyata ulat bulu juga dikonsumsi sebagai kuliner oleh masyarakat, khususnya masyarakat Purworejo, Jawa Tengah. Mengonsumsi ulat bulu dipercaya dapat mengobati sakit gigi. Namun bukan berarti semua jenis ulat bulu dapat dikonsumsi, masyarakat Purworejo hanya mengonsumsi ulat bulu yang berasal dari pohon turi atau termasuk famili Lyman Tridae.

Sate Biawak

Sate biawak sudah dikenal sejak dahulu oleh masyarakat Jawa sebagai kuliner penambah stamina serta obat berbagai macam penyakit. Tak heran jika tingkat perburuan terhadap hewan ini semakin meningkat. Selain diburu dagingnya, ternyata biawak juga diburu untuk diambil minyaknya.

Belalang Goreng

Belalang goreng merupakan kuliner khas Gunung Kidul yang sudah terkenal. Kuliner aneh yang satu ini bahkan sudah menjadi ikon Gunung Kidul yang tak lengkap rasanya jika mengunjungi Gunung Kidul tanpa mencicipinya. Hewan belalang yang biasanya dijumpai di sawah digoreng untuk mendapatkan tekstur yang renyah dan gurih.Bahkan Belalang goreng ini dijadikan oleh-oleh khas Gunung Kidul. kalian bisa menemukannya disini

Di antara makanan ekstrim di Indonesia yang sudah dipaparkan di atas, mana yang akan Anda coba terlebih dahulu? Atau kalian sudah mencobanya? silahkan bagikan pengalaman kalian dalam kuliner ekstrim dikolom komentar.

Semoga artikel ini bermanfaat, dan mebambah informasi untuk kalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *